Penguatan Kualitas Lulusan yang Beritegritas, Kompeten dan Berdaya Saing di Era Global

Oleh : Prof. Dr. Minnah El Widdah, S.Ag, M.Ag (Orasi ilmiah Pada Wisuda Sarjana Strata 1 IAI Yasni Bungo)

Gesturkata.com | JAMBI-Tak terbilang, tak tergenggam dan tak tertakar begitu banyak nikmat yang dilimpahkan Allah kepada kita, pun hingga detik ini kita masih diberi kekuatan dalam mengatasi berbagai macam kemelut persoalan hidup kita masing-masing. Maka sangat pantas rasa syukur kita panjatkan ke Hadiratnya.

Seperti cahaya menerangi kelam, membuat langkah tidaklah tersesat, berjuta mil perjalanan hidup yang dilalui, ada lentera yang selalu memandu. Inilah gambaran risalah yang dibawa Rasululah SAW., sebagai petunjuk umat manusia dalam menjalani kehidupan. Maka sangat pantas selalu kita haturkan sholawat beriring salam.

hari ini izinkan saya menyampaikan orasi ilmiah dengan topik Penguatan Kualitas Lulusan yang berintegritas, kompeten dan berdaya saing di Era Global.

Merujuk firman Allah sebagai landasan spiritual dalam upaya menguatkan kualitas lulusan yang berintegritas, kompeten dan berdaya saing di era global di antaranya :

Surat Al-Nisa; 58 : Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menunaikan amanah kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia, supaya berlaku adil . (integritas : menjaga amanah dan kejujuran).

Ayat ini menegaskan bahwa setiap tugas termasuk menuntut ilmu dan mengamalkan pengetahuan adalah amanah yang harus dijalankan.

Kompeten : menuntut ilmu dan mengasah kemampuan. Tergambar pada Surat Tha-Ha ; 114 : Dan katakanlah : ya Tuhanku, tambahkan lah ilmu kepadaku. Doa ini mengajarkan betapa pentingnya semangat belajar sepanjang hayat. Dengan menumbuhkan budaya belajar yang terus menerus, lulusan akan selalu siap menghadapi tantangan baru.

Berdaya saing : berusaha dan tidak menyerah. Pada Surat Ar-Ra’d ; 11. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan mereka sendiri. Ayat ini mengingatkan bahwa peningkatan kompetensi dan daya saing dimulai dari inisiatif pribadi. Dengan usaha keras dan inovasi kita dapat bersaing secara sehat di panggung global.

Dalam sejarah perkembangan pendidikan tinggi, kualitas lulusan selalu menjadi indikator utama keberhasilan sebuah institusi akademik. Di tengah derasnya arus globalisasi, dinamika ekonomi digital, serta transformasi peradaban yang begitu cepat, pendidikan tinggi menghadapi tantangan besar dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dunia kerja, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan sosial, penggerak inovasi, dan penjaga integritas bangsa. Dunia hari ini membutuhkan sumber daya manusia dengan karakter kuat, wawasan global, kemampuan teknologi yang memadai dan komitmen moral yang tidak dapat ditawar. Oleh karena itu, orientasi pendidikan tinggi harus bergeser dari yang hanya sekadar menghasilkan lulusan yang “Berpengetahuan” menjadi lulusan yang “Berdaya” yakni lulusan yang memiliki integritas, kompetensi komprehensif, serta daya saing pada level nasional maupun global.

INTEGRITAS SEBAGAI FONDASI UTAMA

Integritas merupakan pilar moral yang menjadi dasar pembentukan karakter lulusan. Di era ketika informasi dapat dimanipulasi, data dapat dipalsukan dan prestasi dapat direkayasa, integritas menjadi kompas moral yang menjaga seseorang tetap berada pada jalur kebenaran.

Dalam konteks pendidikan tinggi, integritas bukan hanya sekadar menghindari kecurangan akademik, melainkan mencakup kemampuan mahasiswa untuk menjunjung tinggi nilai kejujuran, keadilan, tanggung jawab, serta konsistensi antara pengetahuan dan tindakan. Seorang lulusan berintegritas adalah mereka yang mampu menerapkan prinsip etika dalam setiap keputusan profesional, memiliki empati terhadap sesama, serta memahami bahwa kepakaran tanpa moralitas akan menjadi ancaman bagi masyarakat.

Lebih jauh, integritas tidak dapat dibangun secara instan. Ia harus ditanamkan melalui proses pendidikan yang panjang, melalui pembiasaan, pelatihan nilai, bimbingan etika, serta atmosfer akademik yang menjadikan kejujuran sebagai norma sosial. Dosen sebagai teladan akademik memainkan peran fundamental dalam memberikan contoh nyata tentang bagaimana integritas dijaga dalam penelitian, pengajaran, dan pelayanan masyarakat. Integritas juga harus diperkuat melalui kebijakan institusional, termasuk penegakan disiplin akademik, kode etik mahasiswa, serta mekanisme pengawasan mutu yang memastikan bahwa setiap lulusan benar-benar memiliki karakter yang mencerminkan nilai luhur perguruan tinggi.

Para wisudawan dan wisudawati serta hadirin para undangan yang dimuliakan Allah.

Abad 21 ditandai oleh kompleksitas tantangan yang menuntut munculnya generasi yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga unggul dalam keterampilan non-kognitif seperti berpikir kritis, kreativitas, komunikasi efektif, kolaborasi, dan literasi teknologi. Revolusi Industri 4.0 bahkan diperluas ke Society 5.0, yang menempatkan manusia sebagai pusat pemanfaatan teknologi cerdas. Dengan demikian, lulusan perlu memiliki kompetensi yang melampaui batas disiplin ilmu semata. Kita harus mampu beradaptasi terhadap perubahan cepat, memiliki kemampuan memecahkan masalah multidimensi serta mampu bekerja dalam lingkungan digital yang terhubung secara global.

TANTANGAN DIGITALISASI DAN TRANSFORMASI TEKNOLOGI

Revolusi Industri 4.0 telah membawa perubahan fundamental pada struktur pekerjaan, sementara Society 5.0 mengintegrasikan kecerdasan buatan dengan kehidupan manusia secara lebih holistik. Perubahan ini memunculkan tantangan baru bagi lulusan perguruan tinggi, terutama dalam menguasai literasi data, literasi teknologi, dan literasi manusia. Ketidakmampuan menguasai kecakapan digital akan menyebabkan digital divide yang berdampak langsung pada rendahnya produktivitas dan daya saing lulusan.

Dalam dunia yang terus berubah ini, kualitas lulusan merupakan cermin keunggulan sebuah bangsa. Integritas memberikan arah moral; kompetensi memberikan kemampuan bertindak; dan daya saing global membuka peluang untuk berkontribusi secara lebih luas. Tiga aspek ini harus menjadi arsitektur utama kebijakan pendidikan tinggi jika kita ingin melahirkan generasi unggul yang mampu membawa Indonesia berdiri sejajar dengan negara-negara maju.

Melalui sinergi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dunia industri, masyarakat dan para pendidik, kita dapat membangun pendidikan tinggi yang lebih adaptif, kompetitif, dan humanis.

Baca Juga
Alamat:
Perumahan Rawasari Permai
Kelurahan Rawasari
Kecamatan Alam Barajo - Kota Jambi
No. 89 - RT 32 - Kode Pos: 36125