Gesturkata.com | Mahasiswa – Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Jambi, M. Basir Sumardi, menyatakan sikap tegas mendukung langkah Pengurus Besar PMII dalam menyerukan kepada Presiden Republik Indonesia agar segera menetapkan rangkaian bencana alam yang melanda Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh sebagai Darurat Bencana Nasional.
Menurutnya, bencana berupa banjir, tanah longsor, dan berbagai kejadian alam lainnya yang terjadi secara berturut-turut telah menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar serta kerusakan infrastruktur yang luas. Kondisi tersebut dinilai tidak lagi dapat ditangani hanya oleh pemerintah daerah, mengingat skala dampak yang telah melampaui kemampuan regional.
PC PMII Kota Jambi juga menyoroti ironi besar yang terjadi di wilayah Sumatra. Pulau ini dikenal sebagai salah satu pusat kekayaan sumber daya alam nasional yang berkontribusi besar terhadap pendapatan negara. Namun, ketika bencana datang, beban penanganannya justru seolah hanya dibebankan kepada daerah.
“Sumatra selama ini menjadi penopang energi dan ekonomi nasional. Kekayaannya dinikmati untuk kepentingan seluruh bangsa. Maka sudah sepatutnya ketika bencana melanda, negara juga hadir secara penuh, bukan menganggapnya sebagai persoalan lokal semata,” tegas M. Basir Sumardi.
Ia menilai, penetapan status Darurat Bencana Nasional memiliki urgensi yang sangat penting. Pertama, dari sisi moral dan tanggung jawab negara untuk mengerahkan seluruh sumber daya pusat tanpa batas demi keselamatan rakyat.
Kedua, dari sisi percepatan penanganan darurat, karena status nasional memungkinkan mobilisasi anggaran, peralatan, dan logistik secara lebih cepat dan terkoordinasi.
Ketiga, dari sisi komando penanganan yang terintegrasi agar respons pemerintah pusat dan daerah berjalan efektif serta seimbang dengan perhatian terhadap aset-aset strategis nasional.
Atas dasar itu, PC PMII Kota Jambi mendesak Presiden RI untuk mengambil langkah politik yang tegas, cepat, dan bertanggung jawab demi keselamatan masyarakat di wilayah terdampak. Selain itu, mereka juga menyerukan solidaritas kemanusiaan dari seluruh elemen bangsa untuk turut membantu para korban bencana.
M. Basir Sumardi menegaskan bahwa seluruh kader PMII di Jambi siap turun langsung dalam aksi-aksi sosial dan kemanusiaan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
“Sekali layar terkembang, pantang surut ke belakang. Mundur dari tanggung jawab kemanusiaan adalah bentuk pengkhianatan terhadap nilai perjuangan,” tutupnya. (Jau)