Refleksi HUT ke-69 Provinsi Jambi: Menakar Ketangguhan dalam Menjemput Perubahan

Gesturkata.com | JAMBI – Tepat pada 6 Januari 2026, Provinsi Jambi menginjak usia ke-69. Sebuah usia yang matang untuk merefleksikan sejauh mana langkah kaki pembangunan telah melangkah di bawah panji “Jambi MANTAP”. Di bawah kepemimpinan Gubernur Al Haris dan Wakil Gubernur Abdullah Sani, tahun ini menjadi momentum krusial untuk menakar efektivitas kebijakan di tengah dinamika ekonomi global dan tantangan sektoral daerah.

Akselerasi Infrastruktur sebagai Urat Nadi

Dalam beberapa tahun terakhir, fokus pemerintah provinsi terlihat jelas pada pembenahan konektivitas. Keberhasilan operasional Jalan Tol Trans-Sumatra ruas Baleno (Bayung Lencir-Tempino) bukan sekadar deretan beton, melainkan simbol runtuhnya isolasi geografis Jambi. Ini adalah capaian sejarah yang akan mengubah lanskap logistik daerah.

Namun, pekerjaan rumah terbesar tetap ada pada jalur distribusi batu bara. Langkah Pemprov yang terus konsisten mendorong jalur khusus dan optimalisasi jalur sungai adalah pilihan pahit yang harus dikawal hingga tuntas, demi mengembalikan kenyamanan masyarakat di jalan umum.

Dumisake: Pilar Kesejahteraan dari Akar Rumput

Program unggulan Dumisake (Dua Miliar Satu Kecamatan) telah menjadi instrumen redistribusi ekonomi yang nyata. Melalui program ini, pembangunan tidak lagi bersifat “Top-Down” yang kaku. Beasiswa pendidikan bagi ribuan siswa, bantuan modal kerja bagi UMKM mak-mak, serta bedah rumah layak huni adalah bukti kehadiran negara di ruang-ruang paling privat masyarakat.

Data menunjukkan angka kemiskinan ekstrem di Jambi terus mengalami tren penurunan, sebuah indikator bahwa intervensi sosial yang dilakukan mulai menemui sasarannya.

Tantangan Hilirisasi dan Lingkungan

Memasuki usia ke-69, Jambi tidak boleh terlena dengan ekspor komoditas mentah. Gubernur Jambi memiliki tantangan besar untuk membawa daerah ini menuju era hilirisasi. Karet dan sawit harus mulai diolah di tanah Jambi untuk menciptakan lapangan kerja yang lebih luas.

Di sisi lain, komitmen terhadap Jambi Hijau tetap menjadi ujian. Penanganan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dan mitigasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) memerlukan pendekatan yang lebih dari sekadar penegakan hukum, yakni solusi ekonomi alternatif bagi masyarakat di sekitar kawasan hutan.

Harapan untuk provinsi Jambi ke Depan

HUT ke-69 ini harus menjadi titik tolak penguatan sinergi. Gubernur Al Haris dalam berbagai kesempatan menekankan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat adalah kunci utama.

“Kita tidak hanya membangun gedung, kita membangun harapan dan martabat masyarakat Jambi,” ujar draf refleksi ini menutup semangat ulang tahun provinsi. Semoga di usia ke-69, Jambi semakin tangguh, mandiri, dan benar-benar menjadi rumah yang nyaman bagi seluruh rakyat yang berada di wilayah provinsi jambi.

Selamat Hari Jadi Provinsi Jambi ke-69.

Jambi MANTAP, Membangun Negeri.

Penulis: M. Basir Sumardi (Ketua PC PMII Kota Jambi)

Baca Juga
Alamat:
Perumahan Rawasari Permai
Kelurahan Rawasari
Kecamatan Alam Barajo - Kota Jambi
No. 89 - RT 32 - Kode Pos: 36125