Gesturkata.com | Batam – Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Batam, Zulkarnain, secara tegas mengkritik pernyataan Wali Kota Batam Amsakar Achmad yang membantah tingginya angka kemiskinan dan pengangguran di Batam dengan alasan kesalahan persepsi publik.
Zulkarnain menilai pemerintah keliru jika menganggap persoalan kemiskinan dan pengangguran cukup dijawab dengan statistik persentase, sementara realitas sosial di lapangan menunjukkan kondisi yang jauh lebih kompleks.
“Menurunnya persentase tidak otomatis berarti rakyat sejahtera. Di Batam, jumlah pengangguran dan warga rentan secara absolut masih besar. Ini bukan soal persepsi, tapi fakta sosial yang dialami masyarakat setiap hari,” tegas Zulkarnain.
Ia menambahkan, karakter Batam sebagai kota industri dan tujuan migrasi membuat angka statistik sering tertinggal dari dampak nyata, seperti PHK berulang, pekerjaan kontrak tanpa kepastian, upah yang tidak sebanding dengan biaya hidup, serta membesarnya sektor informal.
Menurut IMM Batam, ketika pemerintah meminta publik melihat data, pemerintah juga wajib melihat penderitaan di balik angka tersebut.
“Rakyat tidak hidup dalam persentase. Mereka hidup dari gaji ke gaji, dari kontrak ke kontrak. Jika itu masih menjadi realitas mayoritas pekerja, maka klaim keberhasilan patut dipertanyakan,” ujarnya.
Zulkarnain juga menilai penghargaan dari Kemendagri–Tempo tidak dapat dijadikan tameng politik untuk menepis kritik terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat Batam.
“Penghargaan tidak menghapus antrean pencari kerja dan tidak menghilangkan kantong-kantong kemiskinan. Pemerintah harus berhenti defensif dan mulai evaluatif,” katanya.
IMM Batam mendesak Pemerintah Kota Batam untuk:
1. Menghentikan narasi yang mereduksi masalah sosial sebagai kesalahan persepsi
2. Membuka data secara transparan hingga level sektoral dan wilayah
3. Menghadirkan kebijakan konkret penciptaan kerja layak dan perlindungan pekerja
“Pembangunan yang hanya sukses di atas kertas adalah kegagalan dalam kehidupan nyata,” pungkas Zulkarnain. (Red)