Gesturkata.com – Kuala Betara | Tanjung Pasir, Senin 08 Desember 2025 — Kegiatan edukasi bertema “Remaja Cerdas Tanpa Kekerasan: Cegah Bullying, Hindari Pernikahan Dini, Wujudkan Generasi Bebas Stunting” berlangsung penuh antusias di Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Kuala Betara. Acara ini merupakan inisiatif Kukerta IAI An-Nadwah Kuala Tungkal Posko 04 dan dihadiri oleh para siswa serta guru SDN 128 Tanjung Jabung Barat.
Kepala Desa Tanjung Pasir yang diwakili oleh Kepala Dusun Barat, Bapak Kosim, membuka kegiatan dengan pesan agar generasi muda terus dibina agar tumbuh menjadi pribadi yang kuat, sehat, dan berkarakter.
Kegiatan ini juga mendapatkan dukungan penuh dari Kepala Madrasah Tsanawiyah Al-Hidayah, Jailani, S.Pd.I, beserta Majelis Guru. Hadir pula Ketua Perwakilan Forum Genre Kabupaten Tanjung Jabung Barat, M. Rahman Maulana, yang turut memberi motivasi mengenai peran remaja dalam menciptakan lingkungan sosial yang aman dan positif.
Materi utama disampaikan oleh Abdul Rahman Budiyanto, S.Psi, Penata KKB Ahli Muda Dinas P3A2KB Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Ia memaparkan pentingnya pencegahan bullying, bahaya pernikahan dini, serta kaitannya dengan risiko stunting yang masih menjadi masalah serius di berbagai daerah.
Menurutnya, membangun remaja yang cerdas tanpa kekerasan merupakan pondasi utama menuju generasi yang sehat dan berdaya saing.
Kutipan Wawancara
1. Wawancara dengan Pemateri: Abdul Rahman Budiyanto, S.Psi
Tanya: Apa pesan utama yang ingin Bapak sampaikan kepada para siswa melalui kegiatan ini?
Jawab: “Saya ingin para remaja berani berkata tidak pada kekerasan. Bullying dan pernikahan dini bukan hal sepele—keduanya bisa merusak masa depan mereka. Ketika remaja memahami hak-haknya, peduli pada kesehatan, dan mampu mengambil keputusan yang tepat, maka risiko stunting pun dapat ditekan. Intinya, saya ingin mereka tumbuh percaya diri, sehat, dan punya masa depan cerah.”
2. Wawancara dengan Kepala Madrasah Tsanawiyah Al-Hidayah, Jailani, S.Pd.I
Tanya: Bagaimana pandangan Bapak mengenai pentingnya edukasi seperti ini untuk siswa?
Jawab: “Edukasi ini sangat penting dan sangat kami dukung. Anak-anak perlu dibimbing sejak dini agar memahami dampak kekerasan dan bahaya pernikahan usia muda. Kami berharap kegiatan ini dapat membuka wawasan mereka dan memperkuat kerja sama sekolah dengan berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan menyehatkan.”
Kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Para siswa sangat antusias menyampaikan pertanyaan seputar bullying, kesehatan remaja, hingga tips menjaga diri dari pernikahan dini. Di akhir kegiatan, seluruh peserta berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan untuk memperkuat generasi muda yang cerdas, memimpin, dan bebas dari risiko stunting.