Reses DPRD: Aspirasi Rakyat Cuma Alibi, Anggaran yang Jadi Sumber Cuan

Gesturkata.com | OPINI – Kalau mendengar kata reses, masyarakat mungkin membayangkan para wakil rakyat turun gunung, duduk di tengah warga, dan mendengar segala keluh kesah. Sayangnya, itu cuma imajinasi manis. Realitanya, reses lebih mirip agenda jalan-jalan politik yang terselubung dengan jargon penyerapan aspirasi.

Mari kita bongkar. Setiap tiga bulan sekali, anggota dewan wajib menggelar reses. Katanya untuk mendengar suara rakyat, tapi prakteknya, lebih sering jadi acara kumpul-kumpul formalitas. Rakyat datang, dikasih konsumsi seadanya, d!foto ramai-ramai, lalu pulang dengan harapan kosong. Aspirasi mereka? Jangan berharap. Kalau pun d!tulis, nasibnya lebih sering berakhir di map tebal yang dibiarkan berdebu di lemari kantor.

Ratusan Juta Anggaran Setiap Pertemuan Ludes!

Namun, yang bikin miris (atau lucu, tergantung cara lihatnya), reses ini menelan anggaran fantastis. Puluhan hingga ratusan juta rupiah per anggota, tergantung “kelas” jabatannya. Jadi jangan heran, kalau tiba-tiba seorang anggota dewan mendadak jadi sangat dermawan saat reses. Tentu saja, uang yang mereka hamburkan bukan dari kantong pribadi, melainkan dari APBD—uang rakyat itu sendiri. !baratnya, rakyat d!suruh menonton pesta yang mereka sendiri bayar.

Ambil contoh d! DPRD Provinsi Jambi. Setiap periode, ratusan miliar bisa terkuras hanya untuk membiayai ritual seremonial bernama reses. Pertanyaan yang tidak pernah selesai: dengan anggaran sebesar itu, berapa banyak jalan rusak yang bisa diperbaiki? Berapa banyak sekolah kumuh yang bisa direnovasi? Berapa banyak puskesmas yang bisa d!lengkapi? Tapi tidak. Uang itu lebih penting untuk kursi, tenda, spanduk bertuliskan “menyerap aspirasi”, dan tentu saja laporan tebal penuh jargon.

Kalau begini, reses bukan lagi jembatan rakyat. Ia hanyalah panggung sandiwara. Wakil rakyat tampil gagah, pura-pura mendengar, pura-pura peduli. Rakyat pun tepuk tangan, entah karena benar-benar percaya atau karena tidak punya pilihan lain.

Maka, jangan salahkan rakyat kalau mereka mulai sinis: reses bukan forum menyerap aspirasi, tapi forum menyerap anggaran. Aspirasi hanya jadi alibi manis, sementara rezeki besarnya d!nikmati mereka yang pandai memainkan drama demokrasi.

Opini Oleh: SATRIA, S.Sos., C.BJ (Ketua Pro Jurnalismedia Siber Tanjab Barat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga
Alamat:
Perumahan Rawasari Permai
Kelurahan Rawasari
Kecamatan Alam Barajo - Kota Jambi
No. 89 - RT 32 - Kode Pos: 36125