GESTURKATA.COM – Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Tanjung Jabung Barat bersama MAPALA PAMSAKA kembali melakukan penelusuran Sungai Tembulun atau Sungai Tantang yang berada di Desa Suban, Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, mulai Sabtu hingga minggu, 16-17 Mei 2026. Penelusuran dilakukan untuk melihat langsung kondisi sungai sekaligus mendata potensi wisata arung jeram dan konservasi alam di kawasan tersebut.
Dalam kegiatan itu, tim melakukan pengukuran jalur sungai dari titik jembatan masuk hingga kawasan Bukit Kuyam, mengukur debit air, mengidentifikasi grade jeram, serta memetakan potensi wisata dan kondisi lingkungan sekitar sungai.
Hasil sementara menunjukkan Sungai Tantang memiliki karakter jeram dengan tingkat kesulitan grade 1 hingga grade 2. Kondisi itu dinilai cukup baik untuk pengembangan wisata arung jeram dan wisata minat khusus berbasis alam.
Selain aliran sungainya yang menantang, kawasan Sungai Tantang juga masih dikelilingi hutan alami, bebatuan, serta habitat flora dan satwa liar yang masih terjaga.
Personel dari MAPALA PAMSAKA yang ikut dalam kegiatan tersebut yakni Odah, Zeki, dan Emah. Sementara dari pihak FAJI Tanjab Barat dipimpin langsung oleh Sekretaris FAJI Tanjab Barat, Windi.
Windi mengatakan penelusuran tersebut menjadi bagian dari upaya FAJI dalam melihat potensi olahraga arus deras di Tanjab Barat.
“Kami melihat sungai ini punya potensi besar untuk wisata arung jeram. Tapi yang paling penting bagaimana alamnya tetap dijaga dan tidak rusak,” katanya.
Sementara itu, Divisi Pengembangan Strategi dan Penelitian MAPALA PAMSAKA, Odah, menyebut Sungai Tantang tidak hanya menarik dari sisi jeram, tetapi juga kondisi alamnya yang masih alami.
“Potensi sungai ini bukan hanya untuk wisata, tapi juga untuk penelitian lingkungan dan konservasi. Jadi pengembangannya memang harus tetap memperhatikan kelestarian alam,” ujarnya.
MAPALA PAMSAKA berharap kegiatan penelusuran seperti itu bisa terus dilakukan secara berkelanjutan agar potensi alam daerah semakin dikenal sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga sungai dan hutan.
Melalui kegiatan tersebut, FAJI Tanjab Barat dan MAPALA PAMSAKA berharap Sungai Tantang nantinya dapat berkembang menjadi destinasi wisata minat khusus yang tetap mengutamakan aspek konservasi lingkungan. (**)